|
Pulang karena dua anak yatim |
|
ALUNAN suara jemaah membaca surah yaasin yang dilanjutkan tahlil menggema dari dalam masjid tua di Lawang Kidul, 5 Ilir, Palembang. Suara yang keluar dari mulut para ulama berpadu dengan suara jemaah masjid menandai haul wafatnya Kiai Muara Ogan atau yang lebih dikenal Ki Merogan ke-101, Sabtu (2/10) di Masjid Lawang Kidul.Haul yang berlangsung dalam suasana sederhana serta hikmad dihadiri beberapa ulama dari berbagai wilayah di Palembang. Itu membuktikan Ki Merogan merupakan ulama di Palembang yang mempunyai pengaruh baik di masanya sampai dengan kini.
Di antara ulama yang hadir antara lain KH Ahmad Syafei Yunus dari 8 Ilir, M Nurdin Mansur (1 Ulu), Ustadz Habib Ubaidillah (10 Ilir), Ahmad Umar (5 Ilir) serta beberapa ulama lain yang turut diundang.Haul wafatnya Ki Merogan yang wafat 31 Oktober 1901 merupakan acara rutin tahunan. 2001 lalu telah dilaksanakan di Masjid Ki Merogan, Kertapati dan tahun ini dilakukan di Masjid Lawang Kidul. Di tempat ini, selain membaca surah yaasin dan tahlil, haul juga diisi ceramah agama tentang teladan sikap seorang kiai.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Didirikan di atas rawa-rawa |
|
MASJID yang satu ini telah terkenal bahkan sampai di manca negara. Seringkali wisatawan dari negara tetangga mengunjungi masjid ini sekaligus berziarah ke makam pendirinya. Masjid Muara Ogan, masjid yang terletak di pinggiran Sungai Musi ini merupakan satu dari dua masjid tua yang didirikan Kiai Muara Ogan. Menurut sejarah, selain Masjid Muara Ogan, kiai bernama asli Mgs Abd.Hamid Bin Mahmud ini juga mendirikan masjid Lawang Kidul di seberang ilir sungai musi. Mengenai nama masjid ini, Mgs Usman Ahmad, pengurus masjid mengatakan, pada mulanya masjid ini didirikan di atas rawa-rawa di muara Sungai Ogan, makanya dinamakan Masjid Muara Ogan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mengenang Kemuliaan, Menjadi Suri Tauladan |
|
SAMPAI kini, Kiai Merogan yang bernama asli masagus H Abdul Hamid bin Masagus H Mahmud masih dikenang dan makamnya selalu dipadati penziarah. Lebih dari itu, Kiai Merogan adalah sosok yang memiliki kemuliaan hati. Ia selalu berbuat baik kepada masyarakat dan menyantuni fakir miskin. Wawancara Sripo dengan sejumlah keturunan Kiai Merogan juga memberikan banyak gambaran tentang kebesaran tokoh itu. Pengelola Yayasan Kiai Merogan, Masagus Ahmad Fauzi --cicit Kiai Merogan—mengatakan bahwa Kiai Merogan merupakan perintis dakwah dan sesepuh wong Plembang. Menurutnya, suatu hari Kiai Merogan berkeinginan hijrah ke Masjid Aqsha. Namun, ia mendapat petunjuk bahwa negerinya masih sangat membutuhkannya. Lalu, ia kembali ke Palembang dan berdakwah.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 8 - 14 dari 14 |