• 0822 - 8015 - 7028
  • 0813 - 8834 - 8164
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Awali Tahun Baru 1443 H Dengan Bergabung dalam GOHAFIDZ (Gerakan Ortu Asuh Yatim Hafidz)

Awali Tahun Baru 1443 H Dengan Bergabung dalam GOHAFIDZ (Gerakan Ortu Asuh Yatim Hafidz)

Salam 2 Jari "Y" (ortu asuh yatim)
Awali Tahun Baru 1443 H
Dengan Bergabung dalam GOHAFIDZ (Gerakan Ortu Asuh Yatim Hafidz) Ponpes Tahfidz Sekolah Alam Kiai Marogan Talang Betutu Palembang.

Foto ini adalah kegiatan para santri mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Pesantren Kiai Marogan Talang Betutu Palembang dengan materi bahaya Narkoba, covid-19 dan kesehatan reproduksi dan cara gosok gigi yang benar....

Kiai Marogan News....
150 santri yang mondok di Pesantren Kiai Marogan mayoritas anak yatim dhuafa.
Selama ini anak yatim dhuafa dianggap sebagai "charity bentuk kasihan" dari orang yang punya sehingga perhatian terhadap mereka hanya temporer setahun sekali di bulan Ramadhan atau 10 Muharram dan ala kadarnya.
Melalui Pesantren Tahfidz Sekolah Alam Kiai marogan kita para pengasuh berupaya agar para anak yatim dhuafa memperoleh pendidikan berkelanjutan yang berkualitas dengan harapan melalui jalur pendidikan para anak yatim dhuafa dapat terputus dari mata rantai kemiskinan dan kebodohan sehingga memiliki masa depan yang cerah.

Dari sejumlah santri itu terdapat sekitar 50 Anak yatim yang mondok di Pesantren Kiai Marogan mulai tingkat SD-SMP dan SMA para pengasuh menganggap mereka sebagai titipan dari "syurga". Oleh sebab itu pondok pesantren ini didesain menjadi hunian dan sarana belajar yang nyaman dan menyenangkan sehingga kita sebut "Marogan Paradise" atau taman syurga yang dimana dikeliling sungai Betutu dimana para guru yang tinggal pun merasa senang dan bahagia dapat hidup berdampingan dengan anak-anak yatim. Sehingga kita harus banyak-banyak bersyukur atas kesempatan hidup dan umur yang panjang yang Allah berikan kepada kita.

Saat ini Ponpes Kiai Marogan masih terus membangun baik sarana prasarana fisik seperti asrama, lokal kelas, air bersih, tiang listrik dan jalan. Tak lupa memperhatikan kurikulum dan silabus untuk diajarkan kepada para santri baik sekolah formal dengan kurikulum sekolah alam atau pun kurikulum tahfidz Alquran dengan target 3 tahun lulus sekolah SMP/SMA para santri itu dapat khatam hafal Alquran 30 juz. Visi dan Misi dari Pesantren ingin mencetak kader insan Ulil albab ( ulama plus intelektual) seperti Kiai Marogan dimana beliau seorang ulama besar sekaligus saudagar sukses kemudian hartanya disumbangkan pembangunan masjid, musola dan penginapan haji di kota suci Mekkah.

Sebuah pepatah tertulis: "المرء مع من أحب
(almar'u ma'a man ahabba)
Artinya : seseorang bersama orang yang dicintainya.


Kita meneladani sosok Kiai Marogan sebab beliau di masa hidupnya mengasuh anak yatim. Kelak anak yatim beliau itu berwasiat mewakafkan tanah di Talang Betutu yang kemudian dibangun menjadi Pesantren Kiai Marogan yang sudah berjalan sekitar 3 tahun.
Ini merupakan berkah di dunia yang terasa karena menyantuni anak yatim. Sebab bersama anak yatim terdapat harta Karun sebagaimana kisah pencarian ilmu Nabi Musa bersama gurunya Nabi Khidir. Silakan baca Quran Surat Al-Kahfi Ayat 82: 

وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

Arab-Latin: Wa ammal-jidāru fa kāna ligulāmaini yatīmaini fil-madīnati wa kāna taḥtahụ kanzul lahumā wa kāna abụhumā ṣāliḥā, fa arāda rabbuka ay yablugā asyuddahumā wa yastakhrijā kanzahumā raḥmatam mir rabbik, wa mā fa'altuhụ 'an amrī, żālika ta`wīlu mā lam tasṭi' 'alaihi ṣabrā

Terjemah Arti: Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".

Berkah di akherat pun akan didapat.
Insya Allah dengan kita mencintai anak-anak yatim kelak di syurga kita akan berdampingan dengan Baginda Nabi Muhammad Saw Sang Abul Yatamaa (Bapaknya Anak Yatim) sebagaimana sabda beliau:

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.
Ayo sayangi anak yatim. Di masa pandemi covid-19 banyak anak kehilangan orang tuanya. Mari kita ambil anak-anak yatim itu kita asuh kita besarkan bersama keluarga kita masing-masing. Suatu waktu syekh Ali Jaber bercerita bahwa di kota Madinah tidak ada. Panti Asuhan sebab jika ada anak yatim maka kaum muslimin sanad family Jiran tetangga berebut untuk mengasuh mereka. Anak kandung mereka makan begitulah anak yatim makan, anak kandung berpakaian begitulah anak yatim berpakaian.

Demikianlah ajaran dari KH.Ahmad Dahlan pendiri persyerikatan Muhammadiyah di suatu majelis beliau mengajar mengulang-ulang kajian surah Al-Ma'un sampai-sampai jamaah heran dan mengajukan pertanyaan kepada gurunya, "wahai guru bukankah kita telah mengaji dan mengkaji bahkan telah berhasil menghafalkan surah Al-Ma'un lengkap dengan artinya. Lalu dijawab ringan oleh KH.Ahmad Dahlan bahwa surah Al-Ma'un harus diamalkan dan menjadi Gerakan nyata. Oleh sebab itu muncullah pendirian Panti-panti Asuhan sebagai rumah bernaung anak-anak yatim.
Mari kita renungkan QS.Al-Ma'un agar kita tidak dikecam sebagai orang yang mendustakan Agama. Jika dulu kasus Ahok dijuluki "Penista Agama" maka di QS.Al-Ma'un ada julukan "Pendusta Agama" gegara mereka melantarkan dan tak memperhatikan anak yatim dan mencegah orang memberi makan orang miskin".


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,


وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

4. Maka celakalah orang yang salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

6. yang berbuat ria,

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ

7. dan enggan (memberikan) bantuan


© 2021 Rumah Tahfidz Kiai Marogan. Email: gohafidzkiaimarogan@gmail.com.
Pesantren Tahfidz Kiai Marogan, Jl.Yusuf Zein RT.17 RW 06 Kel. Talang Betutu Kec. Sukarami Kota Palembang, 30961, Hp. 0813 88348164 (Ust. Yayan), 0822 8015 7028 (Admin)